Belum banyak produsen mobil yang berani mengisi ceruk ramah lingkungan. Tesla, perusahaan otomotif yang bermarkas di Palo Alto, California adalah salah satunya.
Perusahaan yang berdiri tahun 2003 itu kini berhasil memiliki 21 agen penjualan di seluruh dunia. Produk-produknya telah digunakan di 32 negara dan telah memekerjakan lebih dari 1400 orang.
Apa yang menjadi kunci keberhasilan Tesla Motors? Kombinasi antara idealisme dan kecanggihan teknologi sekaligus kejelian melihat pasar adalah jawabannya. Tesla memroduksi mobil yang murni digerakkan oleh mesin elektrik. Mesin elektrik dijagokan menjadi moda transportasi ramah lingkungan masa depan karena tidak menghasilkan emisi CO2 dan emisi gas rumah kaca. Karenanya, mobil elektrik lebih ramah lingkungan.
Salah satu produknya adalah Tesla Roadster. Mobil sport yang mampu berakselerasi dari 0-60 mph (0-97 km/j) dalam 3,7 detik ini memiliki teknologi yang sulit ditandingi oleh produk-produk lain. Mobil ini didesain sedemikian rupa menggunakan bahan-bahan yang kuat namun ringan.
Dengan berat mobil yang hanya 115 pound (52,1 kg) Roadster dilengkapi dengan mesin bertenaga 288 tenaga kuda. Bandingkan dengan mobil yang biasa kita pakai yang bertenaga 100 tenaga kuda namun beratnya mencapai 1 ton (1000 kg).
Tenaga dari mobil-mobil Tesla berasal dari satu pak baterai Lithium-ion hasilpengembangan selama 20 tahun. Satu pak baterai dalam Tesla Roadster mengandung 6.831 sel-sel lithium ion yang mampu menyimpang energi sebesar 56 kWh.
Roadsters bisa diisi menggunakan jaringan listrik 120-volt atau 240-volt. Jika Anda mengisi baterainya dalam semalam, mobil ini akan bisa Anda kendarai sejauh 245 mil atau 394,2 km tanpa harus khawatir kehabisan energi listrik.
Mobil kedua yang menjadi unggulan Tesla adalah Model S. Mobil ini diklaim mampu berakselerasi dari 0-60 mph dalam 5,6 detik dan memiliki tiga pilihan baterai untuk tenaganya. Pilihan tertinggi adalah satu pak baterai berkekuatan 85 kWh yang jika diisi penuh akan bisa menempuh jarak 482 km (300 mil). Kecepatan tertinggi mobil ini mencapai 125 mph atau 201 km/jam.
Sementara untuk versi SUV, Tesla memiliki Model X dengan pilihan penggerak 4 roda yang dilengkapi dengan baterai berkekuatan 85 kWh. Akselerasi dari 0-60 mph ditempuh kurang dari 5 detik.
Baterai adalah komponen krusial untuk mobil-mobil listrik. Saat ini harga baterai mobil listrik masih mahal. Menyadari hal itu, Tesla Motors berniat untuk membangun pabrik baterai agar harga baterai kian murah menjelang niatan mereka memproduksi mobil listrik yang terjangkau di 2017 mendatang.
Seperti dilansir Reuters, Kamis (27/2/2014) pabrik itu akan menelan biaya sekitar US$ 1,6 miliar. Tesla pun akan meminta bantuan investor untuk membiayai pembangunan pabrik.
Lokasi pabrik yang dijuluki Gigafactory itu akan berada di salah satu 4 negara bagian di AS. Entah itu Nevada, Arizona, New Mexico atau Texas. Setelah mulai beroperasi di 2017, pada 2020, pabrik sanggup memproduksi baterai lebih banyak dibanding yang sudah mereka produksi di 2013.
Pabrik itu akan memproduksi baterai yang ringan dan murah bukan hanya untuk Tesla tetapi bisa juga untuk menyuplai pabrikan lain.
"Pabrik akan mendukung kami terutama untuk mobil generasi ketiga kami," ujar CEO Tesla, Elon Musk.
Tesla Motors mempunyai delapan stasiun mencas baterai di California, tetapi berencana membuka banyak lagi, guna memungkinkan mobil listrik buatannya menempuh perjalanan dari pantai timur ke pantai barat Amerika akhir tahun depan. Stasiun-stasiun penggantian baterai itu akan dibuka akhir tahun ini, pertama di jalan bebas rambu yang ramai antara Los Angeles dan San Francisco.
Harga mobil listrik lebih murah pemakaiannya dibandingkan mobil yang menggunakan bensin tetapi tidak cepat laku karena harganya lebih mahal, jarak tempuhnya terbatas, kurangnya infrastruktur dan lamanya waktu yang dibutuhkan untuk mengecas ulang baterai. Mobil listrik Tesla dijual sekitar 20 ribu unit per tahun. Kalangan investor mendukung strategi perusahaan itu dan harga sahamnya naik hampir tiga kali lipat tahun ini.
Untuk mendapatkan mobil ini Anda tidak perlu merogoh kocek terlalu dalam. Namun hal itu hanya berlaku bagi mereka yang membeli dan menggunakannya di negara asal, Amerika Serikat. Harga Tesla Roadster dan Tesla Model S di AS dibandrol mulai dari US$50.000, sama dengan harga mobil kelas menengah di Tanah Air. Untuk Model X, produksinya baru akan dimulai akhir tahun depan.
Ingin menggunakannya di Indonesia? Anda harus siap merogoh kocek lebih dari dua kali lipat dari harga di AS. Dengan harga di atas Rp 1 miliar, Tesla bisa menjadi mobil sport alternatif hemat energi yang lebih unggul dibanding mobil-mobil sport lain. Anda berminat?
Nama: I Gusti Ayu Made Putri Kelas: 9.5 No. Absen: 14
Google Glass adalah komputer bisa pakai yang sedang dikembangkan oleh Google melalui proyek riset dan pengembangan Project Glass.Perangkat ini menampilkan informasi dalam format bergaya telepon pintar, yang bisa terhubung ke Internet melalui perintah suara bahasa alami.
Saat ini, kacamata yang diproduksi tidak memiliki lensa terpasang, namun Google sedang mempertimbangkan kemitraan dengan produsen kacamata sepertiRay-Ban atau Warby Parker, serta dengan para pengecer, agar konsumen bisa mencoba perangkat sebelum membelinya.
Explorer Edition tidak bisa digunakan oleh orang-orang yang memakai kacamata resep, namun Google telah mengonfirmasi bahwa mereka akan berupaya agar Glass bisa beroperasi dengan lensa yang sesuai dengan resep pemakainya.
Google Glass sedang dikembangkan oleh Google X, yang sebelumnya juga telah mengembangkan teknologi futuristis lainnya seperti mobil swatantra. Proyek ini diumumkan melalui Google+ oleh kepala Project Glass, Babak Parviz, seorang teknisi lensa kontak; Steve Lee, seorang manajer produk dan "spesialis geolokasi" dan Sebastian Thrun, pengembang Udacity yang juga ikut mengembangkan proyek mobil swatantra.
Google telah mematenkan desain Project Glass. Thad Starner, seorang pakar teknologi realitas tertambah, adalah pemimpin teknis proyek ini.
Pada saat ini Google Glass belum siap untuk dijual dan bukan perangkat ponsel atau komputer. Google Glass berguna untuk pencarian suara, memberikan petunjuk arah mengemudi, berjalan, atau bersepeda, mengambil dan berbagi foto dan video melalui Google Plus, memulai Google Hangout, menerima panggilan telepon, mengirim teks, menyediakan hasil pencarian termasuk ramalan cuaca dan cuaca saat ini di beberapa lokasi, menghubungkan aplikasi pihak ketiga.
Agar semua fitur diatas berjalan dengan baik diperlukan Glass namun bukanlah ponsel yang dihubungkan melalui Bluetooth atau Wi-Fi. Diperlukan akun Google untuk menggunakan Glass dan akun Google+ untuk berbagi foto dan video.
Saat ini, Glass bisa digunakan dengan iPhone, tapi lebih terbatas. Smartphone Android akan memberikan berbagai macam fitur. Google belum mengumumkan kecocokan dengan sistem operasi smartphone lainnya.
Google Glass ditujukan untuk para developer yang telah membeli produk seharga $ 1500 (lebih dari Rp. 1,5 juta). Nantinya perangkat lain dan bingkai kacamata optik dapat mendukung teknologi Google Glass.
Glass berbentuk seperti sepasang kacamata tebal tanpa bingkai, persegi panjang agak menonjol dari bagian depan. Terdapat tombol power, speaker, lampu indikator, port Micro-USB dan tombol untuk memetikan dan menghidupkan kamera. Baterai terpasang di belakang telinga kanan, dan tombol navigasi sentuh yang sensitif terdapat di lengan kanan. Pada waktu yang akan datan pembuat Glass akan membuat perangkat yang lebih ramping dengan model Glass terintegrasi dengan berbagai cara.
Edisi Explorer yang sedang dibanggakan untuk pengembang tersedia dalam warna putih, hitam, abu-abu, oranye, dan biru langit
Ukuran layar kecil (gelas kaca) adalah 0,75 inci kedalaman dan 0,375 inci lebar, tinggi 0,375 inci, dipasang antara alis dan kelopak mata, bukan di depan mata. Pemakai akan melirik ke atas dan ke kanan untuk membaca area tampilan yang aktif, yang merupakan setengah inci diagonal.
Apa saja fitur Google Glass?
Sebagai alat yang didesain untuk memenuhi kebutuhan pengguna modern, Google Glass memiliki manfaat, fungsi, dan fitur sebagai berikut:
Mengambil gambar atau foto hanya dengan perintah suara. Pengguna hanya tinggal mengatakan: "take a picture".
Merekam apa yang dilihat secara langsung dalam bentuk video.
Share segala hal yang dilihat ke social media.
Sebagai penunjuk arah melalui GPS.
Mengirimkan pesan melalui perintah suara.
Menanyakan apapun secara langsung seperti halnya saat searching di google.
Menerjemahkan apa yang ingin dikatakan ke dalam berbagai bahasa.
Menyediakan informasi-informasi umum seperti cuaca, jadwal pesawat, dsb.
Mayoritas fungsi dan fitur yang dimiliki Google Glass hampir sama dengan smartphone, namun letak perbedaan besarnya adalah: bisa selalu terlihat dan langsung dipakai karena dalam bentuk kacamata (live), dan bisa dikendalikan dengan suara (hands-free alias bebas genggam).
Hardware Google Glass
Kamera yang ada pada Google Glass mampu mengambil gambar dengan resolusi 5 megapixel, dan merekam video dengan kualitas 720p HD.
Google Glass juga dilengkapi touchpad yang terletak di samping, berfungsi untuk mengontrol penggunaan fitur dengan cara menyentuh, menggesek, dan mengetuknya.
Spesifikasi lainnya, Google Glass memiliki display 640x360, dilengkapi bluetooth, wi-fi 802.11b/g, ruang penyimpanan 16 GB, RAM 682MB, kompas, serta beberapa hardware penunjang lain termasuk perangkat penting untuk menerima perintah suara.
Aplikasi Google Glass
Aplikasi pada Google Glass dinamakan Glassware, dan boleh dikembangkan secara bebas oleh pihak ke-tiga. Glassware yang telah dipakai oleh Google Glass, tentu saja aplikasi-aplikasi standard milik Google sendiri, seperti: Google Now, Google Maps, Google+, dan Gmail.
Pada 15 April 2013, Google mulai membuka ruang bagi para developer pihak ke-tiga untuk mengembangkan aplikasi lain di Google Glass. Para developer pun mulai membuat beragam jenis aplikasi, mulai dari aplikasi berita, note, photo editor, hingga aplikasi untuk sharing ke social media seperti facebook dan twitter.
Bagaimana Cara Memakai Google Glass?
Selain menggunakan touchpad yang cara pakainya hampir sama seperti touchpad pada laptop, terobosan yang dimiliki Google Glass adalah bisa dikontrol dengan menggunakan suara.
Untuk mengaktifkan Google Glass dengan suara, pengguna bisa menengadahkan kepalanya 30° ke depan atau mengetuk touchpad, lalu mengatakan: "OK, Glass".
Setelah Google Glass aktif, pengguna bisa mulai menggunakannya untuk menjalankan fungsi-fungsi atau fitur yang ada. Cara menjalannya hanya dengan mengatakan perintah suara: "Take a picture", "Record a video", dll.
Bahkan jika pengguna ingin mendapatkan arah ke suatu tempat, bisa dengan cara memberikan perintah suara, misalnya: "Give me directions to the Borobudur Temple". Jika ingin mengirim pesan, "Send a message to Maman". Jika ingin menanyakan sesuatu, tinggal mengatakan: "Google, how long is the Suramadu Bridge?"
Nama: I Gusti Ayu Made Putri
Kelas: 9.5
No. Absen: 14
Tak ada yang menyangka WhatsApp bakal menjadi buah bibir dunia ketika dibeli Facebook dengan nilai Rp 282 triliun. Pasalnya, WhatsApp pernah dipandang sebelah mata ketika kali pertama diluncurkan pada 2009 silam.
Adalah Brian Acton dan Jan Koum yang menjadi otak di balik lahirnya WhatsApp. Sebelum membangun WhatsApp, keduanya adalah karyawan di Yahoo. Koum dan Acton bahkan sudah bekerja di Yahoo selama 20 tahun.
Awalnya, sebagaimana dilansir laman The Week, Koum hanya ingin menciptakan aplikasi untuk mem-broadcast status ketika seseorang sedang tak ingin dihubungi oleh siapapun. Koum lalu mengajak Acton untuk mendirikan WhatsApp Inc. Misi dijalankan. Sayangnya, keinginan keduanya jauh panggang dari api. Aplikasi itu tak mendapatkan sambutan hangat dari publik.
Tak mau putus asa, keduanya lantas melakukan inovasi. Salah satunya ialah dengan memasukkan fungsi pesan. Tak dinyana, inovasi itu ternyata mampu membuat WhatsApp meledak. Pada tahun pertama, WhatsApp tak memungut biaya untuk penggunanya. Namun, setelah itu, para pengguna harus membayar dengan nominal yang sangat murah. WhatsApp semakin mendapat tempat di hati para penggunanya karena dianggap sangat sederhana. Aplikasi itu tak memerlukan e-mail ataupun PIN seperti Blackberry Massenger. Sebagai ganti PIN, WhatsApp hanya menggunakan nomor telepon para pemakainya.
Dengan inovasi itu, WhatsApp semakin dicintai. Pasalnya, aplikasi itu dianggap sudah bisa memenuhi semua keinginan para pemaikainya. Selain pesan teks, WhatsApp juga bisa untuk mengirimkan foto dan video. Tak pelak, WhatsApp mulai menggeser peran SMS.
"Lima tahun silam, kami memulai membangun WhatsApp dengan misi yang sangat sederhana: membangun produk bagus yang digunakan secara global oleh semua orang. Tidak ada yang lain," terang Koum di laman NDTV,Kamis (20/2).
WhatsApp pun melesat menjadi aplikasi yang dengan pengguna sangat banyak. Koum dan Acton bahkan berani mengklaim WhatsApp digunakan oleh 450 juta pengguna. Dari jumlah itu, terdapat 18 miliar pesan masuk dan 36 miliar pesan keluar setiap hari. Kinerja hebat WhatsApp membuat CEO Facebook, Mark Zuckerberg kepincut. Zuckerberg pun mulai mencari cara untuk merayu Koum dan Acton agar mau menjual WhatsApp. Rayuan mulai dilakukan pada 2012 silam.
Saat itu, Zuckerberg ngopi bareng Koum di kawasan Los Altos, California. Sayangnya, usaha Zuckerberg mentah. Koum masih menyayangi "bayinya" itu. Tapi, Zuckerberg tak menyerah. Dia terus mengajak Koum bertemu secara intensif. Dua tahun gagal ternyata tak membuat ambisi Zuckerberg mencaplok WhatsApp surut. Zuckerberg makin kepiincut karena WhatsApp memiliki 450 juta pengguna. Jumlah itu jauh lebih banyak dibanding pengguna Twitter yang "hanya" 200 juta.
Nah, usaha tak kenal menyerah Zuckerberg akhirnya berbuah manis. Pada 11 Februari 2014, Zuckerberg mengundang Koum untuk datang ke rumahnya. Sembari makan malam, Zuckerberg kembali mengutarakan niatnya membeli WhatsApp. Tiga hari berselang atau pada Valentine Day, Koum dikabarkan kembali mendatangi rumah Zuckerberg. Namun, kedatangan Koum bukan untuk merayakan hari kasih sayang. Koum ternyata menyetujui untuk melepas WhatsApp. Zuckerberg pun tak bisa menyembunyikan kebahagiaannya. Keduanya sepakat dengan harga Rp 228 triliun.
"Misi kami adalah membuat dunia menjadi lebih terbuka dan saling terkoneksi. WhatsApp sangat sederhana namun memiliki kecepatan dan layanan pesan yang hebat. WhatsApp juga sudah digunakan 450 juta pengguna," terang Zuckerberg di laman Telegraph, Kamis (20/2). Koum juga tak kalah gembira. Pasalnya, kerjasama itu dianggap bakal membuat WhatsApp semakin meledak. "Kami sangat senang dan merasa terhormat bisa bekerja sama dengan Facebook. Ini embuat kami bisa membawa WhatsApp semakin menjangkau seluruh dunia," ujar Koum di laman BBC, Kamis (20/2).
Kesepakatan itu juga dianggap bakal menguntungkan kedua belah pihak. Cathy Boyle, analis senior eMarketer mengatakan, WhatsApp bisa semakin membuat Facebook semakin terlihat muda. "WhatsApp memiliki penetrasi yang lebih hebat di pasar dunia dibanding Facebook. WhatsApp ingin mengubah pandangan miliaran masyarakat dunia dari pesan yang awalnya hanya dilakukan lewat SMS," ujar Boyle di laman Reuters, Kamis (20/2).
Ben Bajarin, konsultan teknologi dari Creative Strategies juga menilai kesepakatan itu adalah simbiosis mutualisme atau saling menguntungkan. "WhatsApp sedang berjalan menuju miliaran pengguna. Mereka tumbuh lebih, lebih, lebih cepat dari Facebook. Untuk Facebook, ini adalah kunci untuk pertumbuhan mereka," tegas Bajarin di laman The Economist.
Banyak pihak yang menilai langkah Mark Zuckerberg mengakuisisi WhatsApp dengan 'mahar' senilai USD 19 miliar atau setara dengan Rp 233 triliun (kurs $1 = Rp 11.750) adalah sebuah keputusan bisnis yang ceroboh. Bahkan menurut hasil survei yang digelar situs Phone Arena, lebih dari 75% peserta survei menilai bos Facebook itu sudah gila.
Namun pada kesempatan pidato di ajang Mobile World Congress (MWC) 2014 yang berlangsung di Barcelona, Spanyol, Zuckerberg mengatakan bahwa USD 19 miliar adalah harga yang pantas bagi WhatsApp, bahkan tergolong murah menurutnya.
"Saya pikir WhatsApp bahkan bernilai lebih dari USD 19 miliar," ungkap Zuckerberg seperti yang dilansir laman Techradar, Rabu (26/2/2014).
Lebih lanjut Zuckerberg menjelaskan, "pada kenyataannya, ada beberapa layanan yang mampu meraih satu miliar pengguna. Dan WhatsApp bisa menjadi salah satu layanan yang mencapai satu miliar pengguna, namun tak berharga apapun. Namun dengan bantuan kami, mungkin WhatsApp dapat bertumbuh lebih pesat, dan ini adalah sebuah pertaruhan yang baik."
Selain itu, Zuckerberg juga menyebutkan bahwa WhatsApp lebih bernilai bagi Facebook karena merupakan salah satu bagian penting dari strategi bisnis mereka di masa mendatang. Dan yang pasti, ia juga memastikan tidak ada monetasi bisnis WhatsApp dengan menghadirkan iklan digital di dalamnya.
Sebelumnya Aswath Damodaran, salah seorang profesor keuangan di New York University juga sempat mempublikasikan argumennya melalui posting blog tentang bagaimana proses akuisisi WhatsApp bisa menguntungkan bagi Facebook.
Menurutnya, untuk mencapai titik impas (break even point), Facebook membutuhkan sekitar 2,5 miliar pengguna baru WhatsApp agar akuisisi itu memiliki nilai yang menguntungkan Facebook. Jika ingin lebih praktis, Facebook disarankan untuk menaikkan biaya langganan WhatsApp per tahunnya.
Sumber lain untuk menghasilkan uang adalah dari iklan. Meski pendiri WhatsApp menolak untuk menjalankan iklan di aplikasi itu, Damodaran mengklaim Facebook bisa mengiklankan aplikasi tersebut di situsnya sendiri tanpa khawatir dengan risiko pengguna 'kabur'.
Pendiri dan CEO Facebook, Mark Zuckerberg, menyatakan bahwa harga WhatsApp di atas 19 miliar dollar AS (Rp 223 triliun) karena potensi bisnis yang akan diraih aplikasi kirim pesan tersebut.
Dia menyebutkan, pembelian WhatsApp mewujudkan mimpinya untuk bisa menghubungkan jejaring sosial tersebut dengan platform pesan.
Pekan lalu, Facebook menuntaskan akuisisi WhatsApp senilai 19 miliar dollar AS atau sekitar Rp 223 triliun. Sejumlah analis menilai, harga tersebut kemahalan. Sebagaimana yang disebutkan oleh analis Rob Enderle, pembelian itu menunjukkan bahwa Facebook sedang frustasi.
Lantas apa kata Zuckerberg? "Hampir setengah miliar orang di dunia menggunakan WhatsApp untuk berkirim pesan, dan sejauh ini merupakan aplikasi yang paling disukai untuk perangkat mobile," ujarnya, sebagaimana dikutip dari CNBC, Selasa (25/2/2014).
Dia menyebutkan, sekitar 70 persen orang di muka bumi ini menggunakan WhatsApp setiap harinya. Aplikasi tersebut, ujar Zuckerberg, sebentar lagi akan memiliki 1 miliar pengguna di seluruh dunia.
"Karena itu, saya rasa nilai WhatsApp lebih dari 19 miliar dollar AS. Saat ini memang susah untuk memastikannya karena pendapatan WhatsApp memang masih rendah. Saya mungkin saja salah. Namun, ada kesempatan untuk bisa tumbuh lebih baik," lanjutnya.
"WhatsApp Dibeli demi Ambisi 10 Tahun Facebook''
Dalam laporan keuangan tahunannya yang disampaikan pada Januari 2014, Facebook mengeluarkan pernyataan bahwa perusahaan memiliki ambisi untuk menghubungkan lebih banyak manusia di dunia.
WhatsApp diharapkan bisa mempercepat terwujudnya masa depan itu.
Ambisi tersebut diharapkan bakal terwujud melalui berbagai layanan yang akan ditawarkan Facebook, seperti pengepul berita, Paper yang baru saja dirilis, serta layanan Facebook Messenger dan Instagram. Facebook telah menyiapkan rencana jangka panjang 10 tahun untuk mencapai tujuan tersebut.
Dari aplikasi-aplikasi yang ditawarkan Facebook tersebut, Facebook memiliki tujuan akhir untuk menghubungkan sekitar dua per tiga penduduk dunia yang saat ini masih belum tersentuh oleh Internet.
Kini, dengan mengakuisisi layanan mobile messaging WhatsApp, Facebook berharap langkah tersebut bisa membantu mempercepat tercapainya target 10 tahun yang telah mereka canangkan.
Investasi yang dikeluarkan Facebook untuk membeli WhatsApp diharapkan bisa membawa layanan Facebook ke pasar di mana bisnis mobile akan berkembang di masa mendatang.
Pasar mobile memang diprediksi akan lebih besar lagi ketimbang sekarang. Produsen smartphone dan prosesor pun mengakuinya. Wilayah Asia, Afrika, dan Amerika Selatan diprediksi sebagai pasar yang menjanjikan. Dan di wilayah itulah WhatsApp memiliki pasarnya.
"WhatsApp adalah produk berkualitas tinggi yang banyak digunakan dan perkembangannya pesat," terang CEO Facebook, Mark Zuckerberg saat konferensi pers akuisisi WhatsApp, Rabu(19/2/2014).
"Layanan ini tidak begitu mendapat perhatian di Amerika Serikat, namun komunitasnya mulai berkembang di Eropa, India, dan Amerika Latin," imbuh Zuckerberg.
Saking besarnya WhatsApp, bahkan Zuckerberg diberitakan oleh Cnet sampai mengeluarkan pernyataan bahwa layanan pesan instan tersebut memiliki persentase penggunaan setiap hari yang lebih tinggi dibanding Facebook.
Rasio pengguna harian WhatsApp berbanding pengguna bulanannya mencapai 70 persen. Sementara Facebook, memiliki rasio rata-rata hanya 61 persen.
Layanan pesan instan WhatsApp sempat mengalami masalah pada hari Minggu (23/2/2014) dini hari. Sejumlah pengguna WhatsApp mengeluhkan tidak dapat mengirim dan menerima pesan sejak Minggu pukul 02.00 WIB.
Tak hanya di Indonesia, pengguna di sejumlah negara pun mengalami hal serupa. Layanan WhatsApp mengalami masalah kurang lebih selama 4 jam pada hari itu.
Pihak WhatsApp sendiri sudah mengakui adanya masalah dalam layanan milik mereka ini. CEO WhatsApp, Jan Koum, sendiri yang maju memberikan penjelasan.
"Ini telah menjadi masalah terpanjang dan terbesar dalam beberapa tahun belakang dan memengaruhi semua pengguna kami," tulis Koum dalam e-mail ke situs teknologi The Verge.
Menurut Koum, yang menjadi penyebab matinya layanan mereka adalah karena routerjaringan yang mengalami kerusakan. Masalah tersebut membuat pengguna tidak bisa mengakses server-server milik WhatsApp.
Saat ini, WhatsApp memiliki 600 server untuk melayani pengiriman hingga 50 miliar pesan per hari yang dikirim dan diterima oleh 450 juta penggunanya.
Penjelasan detail dari masalah tersebut tidak diungkap oleh Kuom. Namun, ia berjanji akan mengambil langkah pencegahan agar masalah yang sama tidak terulang kembali.
Matinya layanan WhatsApp disebutkan tidak ada hubungannya dengan pemberitaan besar-besaran atas pembelian perusahaan oleh Facebook.
Seperti diketahui, perusahaan aplikasi WhatsApp telah dibeli oleh Facebook senilai 19 miliar dollar AS (sekitar Rp 223 triliun). Akuisisi dengan nilai yang fantastis ini diumumkan pada Kamis (20/2/2014).
Bisa Beli WhatsApp Rp 223 Triliun
Berapa Harta Bos Facebook?
Dalam pembelian itu, Facebook membayar WhatsApp dengan uang tunai sebesar 4 miliar dollar AS dan dan sisanya menggunakan saham Facebook sebesar 12 miliar dollar AS. Di luar itu, ada juga pembayaran sebesar 3 miliar dollar AS berupa saham untuk pendiri WhatsApp beserta karyawannya yang berjumlah hanya 50 orang.
Pembelian WhatsApp tidak lepas dari peran Mark Zuckerberg si pemilik Facebook. Mengacu pada Bloomberg Billionaires Index, Zuckerberg sendiri saat ini telah masuk ke dalam salah satu orang terkaya di dunia, tepatnya di posisi 21.
Per tanggal 20 Februari 2014, jumlah kekayaan Mark Zuckerberg mencapai 31,1 miliar dollar AS atau sekitar Rp 373,2 triliun. Jumlah harta itu naik sebesar sekitar 6 miliar dollar AS (sekitar Rp 72 triliun) dari tahun lalu. Sementara itu, jika dibanding dengan bulan sebelumnya naik 669,2 juta dollar AS (sekitar Rp 8,03 triliun).
Harta Zuckerberg terbagi menjadi dua jenis, yaitu dalam bentuk tunai sebesar 1,4 miliar dollar AS (sekitar Rp 16,8 triliun) dan dalam saham Facebook 29,7 miliar dollar AS (sekitar Rp 356,4 triliun).
Sejauh ini, pendiri Microsoft Bill Gates masih menjadi orang terkaya di dunia, dengan nilai hartanya mencapai 326,9 miliar dollar AS (sekitar Rp 3.922 triliun).
Dari Indonesia, pengusaha yang masuk dalam indeks Bloomberg Billionaires adalah Michael Hartono (Grup Djarum) di posisi 176 dengan kekayaan 7,3 miliar dollar AS (sekitar Rp 87,6 triliun), Eka Tjipta Widjaja (Grup Sinarmas) di posisi 184 dengan nilai harta 7,2 miliar dollar AS (sekitar Rp 86,4 triliun) dan Budi Hartono (Grup Djarum) di posisi 186 dengan kekayaan 7,1 miliar dollar AS (sekitar Rp 85,2 triliun).
Ini Prediksi Peramal soal Transaksi
Facebook-WhatsApp
Transaksi akuisisi WhatsApp oleh Facebook tidak hanya dianalisis oleh para analis saham, bisnis, dan teknologi. Di India, sebuah perusahaan peramal menganalisis transaksi tersebut berdasarkan perhitungan konstelasi bintang.
Hemang Arunbhai Pandit, pendiri dan CEO GhaneshaSpeaks.com, mengatakan, pihaknya telah berhasil memprediksi dengan ketepatan 85 persen-90 persen beberapa kejadian penting dunia. Portal horoskop nomor satu di India dan terbesar ketiga di dunia tersebut antara lain memprediksi berakhirnya kelumpuhan pemerintahan Amerika Serikat, kinerja Barack Obama pada masa tugas kedua, serta pemilihan presiden AS pada 2012 lalu. Dia mengatakan, situsnya dikunjungi oleh 10 juta pengunjung per bulan.
Tim Juru Bicara GaneshaSpeaks, Bhavesh N Pattni dan Dharmesh Joshi, yang menulis riset atas transaksi ini antara lain mengatakan, berdasarkan konstelasi bintang-bintang, transaksi sebesar 19 miliar dollar AS tersebut dilakukan di bawah naungan konstelasi bintang Libra dan Rumah Komunikasi ketiga.
Media sosial dan jejaring sosial akan menemukan horizon baru dengan merger ini. Akan ada ide-ide kreatif setelah merger kedua raksasa tersebut. Kedua perusahaan itu akan mendapatkan uang dari pasar, juga dari para pengguna, karena Merkurius juga menaunginya. Menurut mereka, penggunaan platform pesan singkat ini akan membebankan biaya lebih banyak lagi ke pelanggan.
Platform ini juga akan semakin luas digunakan untuk tujuan komersial. Namun, ada tantangan dan titik balik besar yang akan terjadi pada 17 Oktober 2015. Dalam tiga tahun ke depan, akan ada perubahan besar dalam organisasi. Hal ini juga mengindikasikan banyak karyawan yang saat ini memegang posisi kunci akan digantikan oleh karyawan baru.
Untuk membuat WhatsApp menjadi lebih populer dan berkembang pesat, Facebok akan berupaya keras pada pertengahan tahun 2014. Seiring dengan momentum Saturnus memasuki Scorpio pada November 2014, ini merupakan saat yang berat bagi penyatuan unit Facebook-WhatsApp.
Para peramal itu menambahkan, adanya kombinasi Venus-Pluto di Sagitarius pada saat transaksi terjadi mengindikasikan bahwa Facebook dan WhatsApp kemungkinan akan menjadi payung bagi jasa atau media interaktif yang mungkin akan membuat mereka kehilangan kredibilitas atau menghadapi masalah gambar yang tidak senonoh sehingga Facebook akan sangat berhati-hati ketika muncul ide untuk mengombinasikan WhatsApp.
Nah, apakah ramalan itu akan terjadi? Kita lihat saja nanti...